"Yang menjadi keprihatinan sekarang dikampanyekan di berbagai daerah oleh kalangan generasi muda dan komunitas masyarakat bahwa kader Partai Demokrat dan orang dekat SBY tidak tersentuh hukum, yang dimaksudkan apabila melakukan tindak korupsi. Terhadap ini yang mendengar dan mendapatkan berita itu atau provokasi dapat bertanya langsung pada penegak hukum apakah benar atau tidak kepada KPK, polisi, kejaksaan dan aparat penegak hukum lain," kata SBY.
Hal itu disampaikan dalam keterangan persnya yang diadakan di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Senin (11/7/2011). Hadir dalam acara Ketua Umum PD Anas Urbaningrum, Sekjen PD Eddi Baskoro Yudhoyono, Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie, Anggota Dewan Pembina PD Syarif Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin.
SBY meminta masyarakat untuk tidak ragu mengecek kabar tersebut. Menurutnya, negara Indonesia adalah negara hukum dan alam demokrasi saat ini serba transparan.
"Silahkan cek, konfirmasi apakah betul ada seperti itu langsung kepada penegak hukum. Ini penting agar negara yang kita cintai bukan menjadi ajang fitnah, desas-desus atau bohong. Silakan dicek agar tegaknya keadilan dan kami siap melayani dan menghadapi secara terbuka dan baik-baik," imbuhnya.
(feb/vit)











































