Ingin Dipekerjakan, Warga 'Sandera' Puluhan Karyawan PLTU Jepara

Ingin Dipekerjakan, Warga 'Sandera' Puluhan Karyawan PLTU Jepara

- detikNews
Senin, 11 Jul 2011 16:53 WIB
Ingin Dipekerjakan, Warga Sandera Puluhan Karyawan PLTU Jepara
Jepara - Puluhan warga desa sekitar Pembangkit Iistrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B unit 3 dan 4 Jepara menyandera karyawan PT Komipo Pembangkitan Jawa Bali (KPJB) yang hendak bekerja. Manajemen pemegang operasional PLTU itu akhirnya turun tangan dan menjanjikan untuk mempekerjakan warga.

Penghadangan itu dilakukan di perempatan Desa Kaliaman, Kancilan, Tubanan, dan Balong (Kecamatan Kembang), serta Desa Bondo dan Wedelan (Kecamatan Bangsri), Senin (11/7/2011) pagi. Jalan ini merupakan akses utama menuju PLTU.

30 karyawan tak bisa berkutik dan terpaksa mengikuti keinginan warga. Mereka digiring ke Balai Desa Kaliaman, Kembang. Tak hanya itu, 5 mobil karyawan dan 2 bus pengangkut karyawan juga ikut digiring.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balai desa, warga menghendaki dialog dengan manajemen. Kalau tidak mau, maka warga mengancam akan tetap menyandera para karyawan. Mendapat 'ancaman' itu, pihak manajemen akhirnya datang beberapa jam kemudian.

Kepala Desa Kaliaman Tohar menilai perekrutan pekerja PT KPJB tidak transparan. Sebagian besar warga sekitar diabaikan. "Padahal dulu, katanya warga sini jadi prioritas. Dari 6 desa hanya 4 orang yang direkrut," katanya.

Manager PT KPJB Roh Kwanha melalui juru bicaranya, Arjun Karim menyatakan akan menampung aspirasi warga. Namun itu tidak menyelesaikan masalah. Warga menghendaki manajemen memberi pernyataan tertulis bermaterai.

"Kami tidak bisa untuk itu, harus berkoordinasi dulu dengan PLN," kata Arjun.

Hingga siang, dialog tetap alot. Akhirnya disepakati ada pertemuan lanjutan antara manajemen dengan warga. Manajemen diberi waktu seminggu untuk membuat keputusan.

Selain soal perekrutan pekerja, warga juga menghendaki perusahaan melibatkan warga dalam hal koperasi. Jika tuntutan tak dipenuhi, maka mengancam dengan tidak akan memberikan surat keterangan domisili untuk karyawan PT KPJB.

Aksi penghadangan dan 'penyanderaan' ini dijaga ketat aparat, baik dari kepolisian maupun TNI. Alhasil, meski sempat panas, aksi ini berakhir tertib.

(try/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads