Uang Palsu Beredar di Antara Stiker Wiranto-Solah
Kamis, 24 Jun 2004 17:48 WIB
Pasuruan - Setelah dihebohkan VCD AFI, kini Wiranto berhadapan dengan uang palsu. Uang palsu itu disisipkan di antara stiker Wiranto-Gus Solah. Uang yang diselipkan berupa pecahan Rp 20 ribuan.Informasi yang dihimpun, beredarnya stiker tersebut diperoleh para tukang becak yang biasa mangkal di dikawasan Bangil, Kab Pasuruan. Stiker itu dibagikan sejumlah orang yang mengendarai mobil Kijang berawarna biru. Usai membagi, orang tak dikenal itu terus tancap gas ke arah timur jurusan Probolinggo. Sayangnya identitas nopol kendaraan tidak diketahui.Seorang tukang becak kepada kepolisian mengungkapkan bahwa pembagian stiker itu dilakukan Rabu (23/6/2004) malam. Secara tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan rendah membuka kacanya, mengulurkan stiker ke sejumlah tukang becak yang sedang mangkal di depan Kantor Pegadaian hingga di sekitar alun-alun Bangil.Para penerima stiker sebelumnya tidak mengetahui jika uang yang terselip di dalam stiker tersebut palsu. Sebab pemberi stiker hanya berpesan agar stiker dipasang di becak dan ada uang di dalamnya. Peredaran stiker yang berisi uang palsu itu tentu saja disambut suka cita dan menjadi perbincangan di pasar.Kabar tak sedap itu pun terdengar ke telinga Dimyati, salah seorang fungsionaris Partai Golkar setempat. Dia menilai stiker itu merugikan citra Partai Golkar. Sejumlah stiker dan tiga lembar uang palsu pecahan Rp 20 ribuan yang masih dipegang para tukang becak diminta dan diserahkan ke Mapolsek Bangil.UsutKapolsek Bangil AKP Rudianto yang ditemui Kamis (24/6/2004) mengungkapkan, barang bukti berupa dua stiker dan tiga lembar uang palsu pecahan Rp 20.000 yang kini dijadikan barang bukti berasal dari laporan Dimyati, seorang fungsionaris Partai Golkar. Untuk itu kini Mapolsek Bangil tengah mengusut kasus tersebut."Kita belum tahu identitas pelaku maupun motifnya. Namun bisa saja hal itu untuk memperkeruh suasana menjelang pemilu presiden. Saat ini kita akan kumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi yang mengetahui pembagian stiker itu," jelas Kapolsek Bangil.Misbahul Munir, Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan yang juga menjadi Ketua Tim Sukses Kampanye pasangan Capres-Cawapres Wiranto- Gus Solah kepada wartawan menegaskan, penyebaran stiker yang di dalamnya diselipi uang palsu itu adalah bagian dari kegiatan black campaign dari pihak-pihak yang menginginkan Pasuruan tidak kondusif lagi."Mereka memanfaatkan kemunculan fatwa haram untuk memilih presiden wanita dari Pasuruan. Di sini kan basis PKB. Mereka tidak ingin Wiranto-Solah menang di Pasuruan sendiri," kata Misbahul Munir. "Kita serahkan ke polisi untuk mengusut sampai tuntas karena kampanye negatif ini sudah menjurus fitnah dan pelangaran hukum," tegas Ketua DPRD Pasuruan ini.
(nrl/)











































