"Kami dari partai menanggapi sebagai sebuah hal yang seperti belum memiliki akurasi. Saya kira waktu itu bukan bendahara umum, dia waktu itu tim sukses (timses) Anas, saya waktu itu di sebelah yang lain (Marzuki Alie). Kalau memang Pak Nazaruddin yang bilang itu, saya belum yakin 100 persen atas omongan Nazar itu," ujar Max.
Hal ini disampaikan Max menanggapi isu permainan uang di internal PD yang mulai mengemuka. Hal ini disampaikan Max kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kongres sudah selesai dan Anas menjadi Ketum. Prinsipnya tidak ada lagi perbedaan antar satu kubu. Ketika Nazaruddin datang, kita akan klarifikasi itu. Kalau sekarang klarifikasinya bagaimana?"tuturnya.
Sebab sejauh ini Nazaruddin tak mampu membuktikan tudingannya. "Sejauh ini tidak ada data akurat, saya anggap itu hanya kicauan. Kalau menyampaikan lewat BBM sama seperti membuang garam ke laut," tandasnya.
(van/lh)











































