Penetapan Pengganti PB XII Hari Ini Dinilai Tidak Sah
Kamis, 24 Jun 2004 17:23 WIB
Solo -
Suksesi di Kraton Surakarta memasuki fase konflik terbuka. Sejumlah putra-putri Almarhum Paku Buwono (PB) XII secara sepihak hari ini, Kamis (14/6/2004), menentukan KGPH Hangabehi sebagai pengganti PB XII. Pengageng Parentah Kraton, GPH Dipokusumo, menilai tindakan itu di luar wewenang mereka.Bertempat di Sasono Parasdyo Kraton Surakarta dilangsungkan sebuah upacara sederhana meskipun isi acara itu cukup penting, yaitu mengumumkan bahwa KGPH Hangabehi ditentukan sebagai pengganti PB XII yang mangkat 11 Juni yang lalu. Hangabehi adalah putra tertua PB XII dari selir KRAy Pradapaningrum.Tidak semua 35 putra-putri PB XII hadir. Hanya terlihat beberapa putra-putri dan menantu PB XII dalam acara itu, sebagian besar adalah yang sekandung dengan Hangabehi. Tidak seperti acara-acara kraton biasanya, abdidalem yang hadir juga tidak lebih dari 100 orang. Surat pengumuman tanpa ada yang bertanda tangan dibacakan oleh KGPH Kusumoyudo, adik kandung Hangabehi.Tidak berselang lama, Pengageng Parentah Kraton GPH Dipokusumo, menilai bahwa sekelompok kecil yang mengatasmanakan diri sebagai Forum Putra-Putri PB XII itu tidak memiliki kewenangan menetapkan raja baru. Dipo yang juga salah satu putra PB XII itu mengatakan secara prosedural ada tiga lembaga di kraton yang memiliki kewenangan melakukannya.Tiga ElemenDari sembilan elemen penentu penunjukan dan penetapan raja baru di masa lalu, saat ini di Kraton Surakarta masih ada tiga elemen yang dipertahankan. Ketiganya adalah Pengageng Putra Sentana yang dipegang KGPH Hadi Prabowo, Pengageng Parentah Kaputren yang dipegang GK Ratu Alit dan Pengageng Parentah Kraton yang saat ini diembannya."Almarhum Sinuhun tetap mempertahankan tiga lembaga ini. Semua putra-putri harus mengindahkan aturan yang telah digariskan Sinuhun itu. Seluruh pihak di dalam kraton yang terkait dengan masalah suksesi masih melakukan berbagai pertemuan untuk mencari pengganti Sinuhun yang telah mangkat. Jadi belum ada satu pun figur yang telah ditunjuk atau ditetapkan sebagai pengganti," tegasnya.Bahkan menurut Dipo, saat ini Hadi Prabowo dan Ratu Alit masih berada di Jakarta untuk bertemu dengan para sentana (kerabat) untuk menyosialisasikan dan mencari masukan mengenai proses suksesi maupun figur mana yang dipandang tepat. "Karena alasan itulah maka saya tidak menghadiri acara yang baru saja digelar tadi. Kami bertiga telah bersepakat untuk itu," kata dia.Lebih lanjut, dia mengatakan proses penunjukan atau pun penetapan calon raja baru harus dilakukan oleh Hadi Prabowo sebagai yang membawahi para putra-putri serta kerabat raja. Selain itu calon raja juga lebih dulu harus bertemu dengan ketiga pemimpin lembaga itu untuk didengar secara langsung kesanggupan serta pandangan-pandangannya ke depan jika diangkat menjadi raja.Dipo juga menilai surat pengumuman yang menjadi dasar penentuan Hangabehi sebagai pengganti PB XII itu merupakan surat yang tidak memiliki kekuatan hukum. Karena, menurutnya, surat itu harus dikeluarkan dan ditandatangani oleh Pengageng Putra Sentana. Yang mengumumkannya di hadapan seluruh putra-putri, kerabat dan abdidalem, juga harus Hadi Prabowo selaku Pengageng Putra Sentana."Biwara (pengumuman) itu tidak memiliki kekuatan apa pun. Selain tidak ada yang bertanggung jawab, juga tidak dikeluarkan oleh lembaga resmi yang ada di dalam kraton. Surat itu tidak bisa disebut sebagai surat keputusan yang bisa dijadikan dasar penentuan siapa pun sebagai calon raja," paparnya."Saya tidak menentang siapapun figur sebagai calon pengganti tetapi memang demikian aturannya. Selain itu kami juga sudah sepakat mengumumkan calon itu setelah usai masa berkabung yaitu 40 hari setelah Sinuhun mangkat. Selama 40 hari masa berkabung itu kami akan mencari figur yang dinilai paling tepat memimpin kraton ke depan," lanjut Dipokusumo.RapatTentu saja pihak Hangabehi memiliki alasan berbeda. GPH Puger yang merupakan adik kandung Hangabehi mengatakan bahwa penunjukan kakaknya itu sudah berdasarkan rapat para pangeran senior dalam beberapa kali rapat."Acara hari ini telah diketahui semua putra-putri dalem. Tugas Pangageng Putra Sentana selanjutnya hanyalah menyosialisasikan keputusan kepada para sentana, sedangkan untuk sosialisasi kepada para abdidalem adalah tugas Pengageng Parentah Kraton. Teknis sosialisasi tergantung kepada mereka, tapi itulah memang tugas keduanya" kata Puger.
(nrl/)










































