Suparto, seorang warga Kota Jambi, kepada detikcom, Senin (11/7/20011) mengatakan, antrean BBM jenis premium dan solar terjadi hampir di seluruh SPBU di Jambi. Warga mengantre BBM selama 1 jam lebih, sembari menumpang motor dan mobil.
"Antrean pembeli BBM panjangnya 500 meter," ujar Suparto. Antrean BBM ini membuat kerja Suparto dan warga Jambi lainnya terganggu.
Meledaknya gardu induk Payoselincah, lanjut Suparto, juga berimbas pada operasi air PDAM. Listrik di hampir seluruh Jambi juga masih padam.
Suparto menambahkan, selain PDAM dan listrik yang belum menyala, kebakaran melanda 3 tempat di Jambi tadi malam. 3 Tempat itu yakni Jambi Selatan, Talabanjar I dan Talangbaku, terbakar akibat pemakaian lilin.
"Sabtu malam (9/7) Pasar Kota Jambi juga terbakar dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB Minggu pagi. Kemungkinan akibat kompor," kata Suparto.
Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (9/7) lalu membenarkan meledaknya trafo gardu di Payoselincah, Jambi.
"Jadi memang ada kerusakan. Yang meledak itu bukan gardu, tapi salah satu komponen trafo, namanya kubikel 20 Kv pada trafo 2 yang ada di sana," kata Bambang.
(nik/nrl)











































