Pihak Korem Wirabima Pekanbaru menyebut tidak ada keterlibatan dengan lembaga BSDMI P2ED yang diresmikan di Aula Makorem. Penegasan itu disampaikan Kepala Penerangan Korem Wirabima (Kapenrem) Pekanbaru, Kapten Bambang saat dikonfirmasi detikcom, Senin (11/7/2011).
Menurut Kapenrem Kapten Bambang, pihaknya sama sekali tidak terlibat langsung maupun tidak langsung dalam acara di Aula Makorem beberapa waktu lalu. BSDMI hanya menyewa gedung aula Korem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menjelaskan, saat digelar acara tersebut, lembaga itu sama sekali tidak memberikan undangan resmi. Korem selaku tuan rumah pun tidak diundang.
"Kita sama sekali tidak diundang dalam acara itu. Sehingga kami sendiri tidak mengirimkan perwakilan pada acara itu," kata Bambang.
Menurut Bambang, saat acara digelar oleh lembaga yang belakangan diketahui hanya modus penipuan, dia sempat menerima telepon dari rekan-rekan wartawan.
"Waktu itu ada juga rekan wartawan yang telepon saya, mengapa tidak hadir di acara tersebut. Saya jelaskan, kami sendiri tidak menerima undangan untuk menghadiri acara tersebut," kata Bambang.
Sebagaimana diketahui, lembaga yang mengaku bagian dari lingkaran Istana ini, melakukan sosialisasi di Aula Makorem. Saat itu para peserta yang akan direkrut menjadi CPNS menghadirinya. Malah Pemprov Riau juga mengutus staf ahlinya untuk mengikuti acara tersebut.
Belakangan, Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha dan juga Staf Khusus Presiden SBY, Heru Lelono, menegaskan tidak ada lembaga BSDMI yang dibentuk oleh pemerintah. Mereka juga menyebutkan Kepala BSDMI, Irwannur Latubual bukanlah staf khusus Presiden SBY. Julian dan Heru sama-sama mengatakan agar masyarakat yang merasa dirugikan oleh lembaga ini agar mengadu ke polisi saja.
(cha/fay)










































