"Yang namanya emas mesti diuji pakai api. Sedang diuji dan sekarang kita akan melihat hasilnya. Saya tidak melihat Pak Marzuki mendorong KLB," ujar Taufik.
Hal ini disampaikan Taufik kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua dewan pembina mendapatkan SMS yang bocorin adalah tukang bocor. Kita tidak boleh suudzon. Orang melihat sesuatu kan melihat positifnya dulu," kilahnya.
Menurut Taufik, keinginan Marzuki memperbaiki nama baik partai perlu diapresiasi, dengan menutup mata terhadap isu negatif yang mengikuti SMS ini.
"Artinya niat baiknya harus kita apresiasi. Janga kita lihat niat buruknya. Saya kira itu harus dibahas bersama-sama dahulu dengan pikiran yang jernih," tandasnya.
(van/lrn)










































