"Rakor itu cuma konsolidasi saja," kata Andi saat mendampingi Wapres Boediono di Mataram, NTB, Senin (11/7/2011).
Namun saat ditanya mengenai SMS yang dikirim Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie terkait langkah penyelamatan partainya, Andi memilih tidak berkomentar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi juga memilih bungkam saat ditanya mengenai uang Nazaruddin yang diduga mengalir ke petinggi PD.
"Jangan tanya saya. Nazaruddin tidak mendukung saya," ucapnya.
Sebelumnya beredar kabar sejumlah DPD PD mendorong KLB. KLB ini konon berkaitan dengan perpecahan di internal PD menyangkut dugaan tersangkutnya mantan bendahara umum PD Muhamad Nazaruddin, yang dikenal sebagai orang dekat Anas Urbaningrum, dalam kasus suap Kemenpora.
Jumat (8/7) lalu, beredar pesan singkat Marzuki Alie yang meminta Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mengambil tindakan tegas kepada kader yang saling serang secara terbuka. "Yang terhormat Ketua Dewan Pembina/Bapak SBY, saya melaporkan, saat ini sedang berada di Rusia untuk Undangan Parlemen Rusia. Malam ini banyak sekali sms yang masuk tentang Ruhut, Denny Kailimang, Amir Syamsuddin yang saling memojokan." Begitu penggalan pesan yang beredar ke sejumlah wartawan.
Marzuki menyampaikan, manajemen PD kini sudah tak efektif. Apa pun perintah pimpinan DPP PD sudah tidak didengar dan adanya persoalan kepemimpinan. Selain itu, terjadi degradasi menuju kehancuran partai akibat ulah kader yang juga diprovokasi media.
"Mohon Ketua Dewan Pembina mengambil tindakan tegas untuk menyelamatkan partai. Kami siap diperintahkan dan mendukung apapun keputusan Ketua Dewan Pembina. Loyalitas kami hanya satu kepada Kawabin sebagai the Founding Father PD," begitu akhir pesan singkat Marzuki.
(rdf/vit)











































