Pemerintah Singapura Imbau Warganya Tidak Bepergian ke Irak

Pemerintah Singapura Imbau Warganya Tidak Bepergian ke Irak

- detikNews
Kamis, 24 Jun 2004 16:46 WIB
Jakarta - Pemerintah Singapura mengingatkan seluruh warga negaranya untuk tidak bepergian ke Irak. Imbauan ini dikeluarkan menyusul pemenggalan seorang sandera asal Korea Selatan (Korsel) oleh militan-militan Irak."Sehubungan dengan situasi keamanan di Irak, warga Singapura diimbau untuk tidak bepergian atau tinggal di sana," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Singapura.Warga Singapura yang tinggal atau bepergian di wilayah tersebut harus mendaftar ke kedutaan atau konsulat Singapura terdekat. Demikian statemen kementerian seperti dikutip kantor berita Associated Press, Kamis (24/6/2004).Pemerintah Singapura, sekutu dekat Washington, telah menjadi pendukung kuat invasi AS ke Irak serta perang global melawan terorisme. Negeri Asia Tenggara itu telah memberikan sejumlah dukungan termasuk mengerahkan 160 pasukan, satu tanker pengisi bahan bakar dan pesawat transpor C-130 Hercules. Seluruh pasukan Singapura telah meninggalkan Irak pada April lalu.Kim sun-il dibunuh penculiknya setelah tuntutan mereka ditolak, yakni agar pemerintah Korsel membatalkan pengiriman ribuan pasukan ke Irak. Kim yang berusia 33 tahun itu telah setahun ini bekerja untuk sebuah perusahaan Korsel di Irak.Jenazah Kim ditemukan antara ibukota Baghdad dan kota Fallujah pada Selasa (22/6/2004) lalu. Para pemimpin dunia mengecam keras pemenggalan Kim yang terjadi pasca pengumuman pemerintah Seoul untuk mengirimkan 3.000 pasukan ke Irak guna membantu rekonstruksi negeri bekas rezim Saddam Hussein itu. (ita/)


Berita Terkait