"Ini kesekian kalinya terjadi, saya sebagai Jubir sudah berkali-kali dilapori dari Sabang sampai Merauke, yang mengaku Jubir minta imbalan materi," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha kepada detikcom, Minggu (10/7/2011) malam.
Untuk menghindari agar kasus seperti ini tidak terulang, Julian mengaku mengeluarkan surat edaran kepada para Pemda, 6 bulan lalu, yang isinya menyatakan bahwa dirinya tidak pernah meminta-minta imbalan kepada siapa pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara ini ternyata manjur. Sampai saat ini, tidak ada laporan lagi ada yang mengatasnamakan Jubir meminta-minta imbalan kepada pejabat Pemda. "Cara ini efektif, setelah itu berkurang atau bahkan nggak ada lagi laporan," ungkap Julian.
Di Riau, ada kelompok yang mengatasnamakan Badan Sumber Daya Manusia Indonesia Pemerhati Pengembangan Ekonomi Daerah (BSDMI P2ED). BSDMI diduga memakai lambang Garuda, kop surat Istana Kepresidenan dan mencatut nama Presiden SBY, Mensesneg Sudi Silalahi, Menpora Andi Alfian Mallarangeng dan mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri.
Pimpinannya disebut bernama Dr E Irwannur Latubual, SH SE MM, bekerja sebagai staf khusus Presiden SBY. Organisasi ini diduga banyak terlibat merekrut PNS.
(anw/fiq)










































