Gudang Spons di Tangerang Terbakar

Gudang Spons di Tangerang Terbakar

- detikNews
Minggu, 10 Jul 2011 16:07 WIB
Gudang Spons di Tangerang Terbakar
Tangerang - Sebuah gudang spons yang di Jalan Raya Putat Ketos, Kampung Sindang Sari, Pasar Kamis, Kabupaten Tangerang terbakar. Kebakaran akhirnya merambat juga ke pabrik sablon, tempat penggilingan padi dan tiga kontrakan.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sejak pukul 11.30 WIB, Minggu (10/7/2011). Tetapi, api hingga pukul 14.00 WIB belum juga berhasil dipadamkan. Menurut saksi mata yang juga warga setempat Yusuf, sebelum terjadi kebakaran, di belakang gudang spons ada yang membakar sampah.

"Memamg sudah biasa warga membakar sampah di belakang gudang. Makanya begitu mendengar suara seperti petasan, kita tidak mengira itu adalah kebakaran," ujar Yusuf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama berselang, warga mulai menyadari kalau itu adalah kebakaran, karena melihat asap tebal yang membungbung tinggi. "Asap tebal membuat kaget," ujarnya.

Yusuf mengatakan, pemilik gudang spons tersebut adalah Murtadi yang juga merupakan Ketua RW 03. Selain gudang spons itu, pabrik-pabrik kecil di sekitarnya juga habis dilalap api, seperti pabrik sablon, tempat penggilingan padi, dan tiga kontrakan ikut terbakar.

"Melebarnya api diakibatkan sulitnya petugas pemadam untuk mendapatkan sumber air dan anginnya yang kencang," katanya.

Satu orang mengalami luka bakar dalam kebakaran ini, yakni pemilik gudang penggilingan padi, Nabsin. Dia nekat menyelamatkan barangnya saat kebakaran, sehingga punggungnya terbakar dan harus dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Dia menderita luka bakar. Warga mebawanya ke RS Medika untuk diobati," katanya.

8 unit armada pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan api. Namun petugas mengalami kesulitan karena jalan yang sempit dan terbatasnya sumber air.

"Kita sempat memadamkam api yang membakar pabrik sablon dan kontrakan, tapi airnya tidak cukup, jadi kita kembali dulu mengisi air," ungkap Komandan Pleton Dinas Pemadam Kota Tangerang, Kamaludin Azizi.

Ia mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran, begitu juga besar kerugian akibat peristiwa tersebut. "Kita belum tahu apakah ini karena konsleting listrik atau membakar sampah nanti kita konfirmasi ke saksi-saksi dan pemilik gudang. Kerugian juga akan kita hitung setelah api selesai dipadamkan" tutur Kamaludin.

(fay/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads