LKaDe: Popularitas SBY Merosot, Amien-Wiranto-Mega Naik

LKaDe: Popularitas SBY Merosot, Amien-Wiranto-Mega Naik

- detikNews
Kamis, 24 Jun 2004 15:40 WIB
Jakarta - Popularitas pasangan SBY-Kalla merosot menurut hasil jajak pendapat (polling) yang digelar Lembaga Kajian Demokrasi (LKaDe), sebuah lembaga yang didirikan tokoh-tokoh PDIP. Sebaliknya, popularitas Amien Rais-Siswono Yudho Husodo, Wiranto-Salahuddin Wahid, dan Megawati-Hasyim Muzadi naik.Namun, menurut hasil polling LKaDe di 15 kota dengan 2.000 responden pada 16-18 Juni, yang dibandingkan dengan polling serupa 27-29 Mei, SBY-Kalla masih menjadi pasangan capres-cawapres terpopuler. Hasil polling ini dipaparkan dalam jumpa pers di Century Tower, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (24/6/2004).Menurut Ketua umum LKaDe Sukowaluyo Mintorahardjo, terjadi penurunan yang signifikan terhadap pasangan SBY-Kalla. Yakni dari 45,17 persen menjadi 33,56 persen. Penurunan juga dialami pasangan Hamzah-Agum namun tidak signifikan, yakni dari 4,72 persen menjadi 4,29 persen. Dan deri segi popularitas, Hamzah-Agum berada di posisi juru kunci.Sedangkan pasangan Amien-Siswono mengalami kenaikan dari 15,81 persen menjadi 21,2 persen. Diikuti Wiranto-Gus Solah dari 12,95 persen menjadi 18,36 persen. Sementara pasangan Mega-Hasyim naik dari 18,88 menjadi 22,54 persen, dan masih nomer dua terpopuler.Tentang penyebab menurunnya popularitas SBY-Kalla, 26,82 responden menyebut karena latar belakang militer SBY. Kemudian karena isu anti Syariat Islam sebanyak 15,45 persen, dan isu didukung barat sebesar 13,29 persen.Selain itu, menurut Sukowaluyo, kini terjadi perubahan persepsi di kalangan pemilih tentang sosok SBY. Yakni, jika semula SBY dipersepsikan sebagai figur tertindas, kini ia telah menjadi figur mapan.Faktor militer ini juga berdampak pada pasangan Wiranto-Gus Solah sebanyak 22,72 persen sebagai alasan tidak memilih. Sedang isu pelanggaran HAM berpengaruh sebanyak 22,91 persen.Alasan tidak memilih Mega dan Hasyim? Responden menilai Mega sebagai presiden kurang mampu memperbaiki ekonomi. "Responden tidak memilih Mega-Hasyim karena tidak puas dengan pemerintah sekarang sebanyak 38,55 persen," kata Sukowaluyo yang juga anggota DPR dari F-PDIP ini.Sedang tentang alasan tidak memilih Amien Rais, 29,31 persen responden menilai Ketua umum PAN ini tidak konsisten, dan ambisius (20,29 persen). Yang menarik adalah alasan responden tidak memilih pasangan Hamzah-Agum. Sebanyak 29,97 responden tidak memilih pasangan capres-cawapres dari PPP ini karena dinilai kecil kemungkinan menang. Sementara isu poligami membuat 17,95 persen responden tidak memilih Hamzah.Dalam siaran pers LKaDe disebutkan, jajak pendapat ini menggunakan metode sampling dengan margin of error sebesar dua persen. Masyarakat yang dijadikan responden tinggal 20 sampai kilometer dari pusat kota. Jajak pendapat, antara lain, dilakukan di Jakarta Medan, Palembang, Padang, Bandung, dan Semarang. (gtp/)



Berita Terkait