Bupati Kutai Buka Kampanye Wiranto di Samarinda
Kamis, 24 Jun 2004 15:37 WIB
Samarinda - Ribuan orang menghadiri kampanye terbuka Wiranto di Lapangan Segiri, Samarinda, Kamis (24/6/2004). Kampanye dibuka Bupati Kutai Kertanegara Syaukani.Dalam kampanye, sang bupati memberikan orasi politiknya selama dua puluh menit. Dia tampak mengenakan kaos Golkar warna kuning.Berdasarkan ketentuan pasal 39 dan pasal 40 UU No. 23 tahun 2003 tentang pemilihan pasangan presiden dan wakil presiden disebutkan, pejabat negara baik jabatan struktural maupun jabatan fungsional, tidak boleh membuat keputusan, dan atau melakukan tindakan yang menguntungkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Syaukani mengaku telah mengajukan cuti. "Lo saya hadir ke sini sebagai Ketua Dewan Pengurus Golkar Kalimantan Timur. Saya sudah ambil cuti sesuai PP 9 tahun 2004," kata Syaukani.Bendera PartaiKampanye Wiranto di Lapangan Segiri berlangung meriah. Bendera-bendera partai politik tampak berkibar di tengah-tengah lapangan di antaranya bendera Partai Pelopor, PNI Marheinisme, PBR, Patriot Pancasila, Partai Damai Sejahtera, Partai Syarikat Islam dan Partai Merdeka. Padahal partai di atas ada yang telah memberikan dukungan kepada Amien rais. Anehnya, bendera PKB justru tidak tampak menyembul di tengah-tengah lapangan. Dalam orasi, Ketua Umum partai Golkar Akbar Tandjung menyambut baik dukungan dari partai politik dan yakin duet Wiranto-Wahid dapat meraih kemenangan mutlak di Kalimantan Timur."Saya gembira dengan dukungan yang gegap gempita ini, harapan saya pada 5 Juli nanti dapat diwujudkan dengan mencoblos pasangan nomor 1," kata Akbar.Seperti diketahui, sebanyak 7 partai politik (parpol) menggelar deklarasi mendukung duet capres dan cawapres Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais-Siswono Yudo Husodo. Ke-7 parpol tersebut adalah Partai Amanat nasional (PAN), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Nasional Indonesia (PNI) Marheinisme, Partai Syarikat Indonesia (PSI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dan Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD).
(aan/)











































