Dibawah Hatta menguntit Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical), dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Analisis dilakukan sejak 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2011. Hal ini disampaikan Direktur Operasional DCSC Indonesia, Tole Sutrisno, dalam siaran pers kepada detikcom, Sabtu (9/7/2011).
Kesembilan tokoh politik tersebut adalah Ketum Golkar Aburizal Bakrie, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum PD Anas Urbaningrum, Ketum PAN Hatta Rajasa, Sri Sultan HB X, Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Ormas Nasdem Surya Paloh, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan mantan Menkeu Sri Mulyani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hatta Rajasa muncul sebagai tokoh capres yang paling populer diatara sembilan kandidat lainnya. Hal ini terlihat dari besarnya jumlah artikel yang menurunkan namanya, yakni sebanyak 1.140 artikel (34,7 persen). Di urutan kedua ada Aburizal Bakrie dengan 574 artikel (17,5 persen) dan diteruskan Megawati sebesar 426 artikel (13,0 persen).
"Selain menjadi yang terpopuler, Hatta Rajasa juga menjadi tokoh yang paling komunikatif. Hal ini bisa dilihat dari jumlah total artikel Hatta Rajasa sebanyak 1.140, ia menjadi narasumber artikelnya sebanyak 607 (53,2 persen)," tutur Sutrisno.
Sementara Anas Urbaningrum sebanyak 31,6 persen, Aburizal Bakrie sebanyak 30,9 persen, dan Ani Yudhoyono sebanyak 2,9 persen. Sementara Megawati sebanyak 20,9 persen, disusul Surya Paloh 25,4 persen, Prabowo sebanyak 13,7 persen, Sri Mulyani sebanyak 11,1 persen dan Sultan HB X sebanyak 19,6 persen.
Sampai saat ini sentimen positif terhadap para tokoh masih sangat tinggi ketimbang sentimen negatif. Alasannya karena pemilu masih jauh.
"Namun meski pun masih jauh, pemetaan Pileg dan Pilpres bisa dimulai dari sekarang. Analisis media yang dilakukan DCSC Indonesia ini bersifat independen, jauh dari unsur manipulasi dan lepas dari segala macam pesanan tokoh. Hasilnya obyektif dan bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.
(van/ndr)











































