"Tapi isinya berasal dari penculik yang mengabarkan kondisi Yuni. Tapi tidak disebutkan di mana Yuni berada," ujar Wahid (36), kakak sepupu Yuni kepada wartawan di Lemah Duhur, Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/7/2011).
Wahid kemudian menunjukan SMS yang diduga dikirimkan oleh orang yang menculik Yuni. Tapi SMS yang diterima pada Kamis (23/6/2011) pukul 08.59 WIB tersebut berasal dari nomer telepon seluler milik Yuni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu saya telpon ke nomor Yuni, hanphone-nya langsung mati ", tambah Wahid.
Hingga kemudian ada kabar lanjutan yang dikirimkan oleh seseorang yang mengaku-ngaku sebagai Yuni. Kabar bahwa dirinya sedang belajar agama dan berjanji akan pulang ke rumah, terima Wahid pada Jum'at (8/7/2011) pukul 04.30 WIB. Berikut isi SMS yang diyakini bukan dikirimkan langsung oleh Yuni yang dipanggil Uni oleh keluarganya;
"Ass...sblumny uNi mnta maaf krna udh bkin kluarga cemas dan mungkin sngat khawatir. Slma ini uNi mrasa hidup ini sngat kurang dri ilmu agama mka dri itu buat smntra wktu Insya Alloh atas izin ALLoh SWT uNi ingin fokus dlu mnuntut ilmu agama dgn sebaik-baikny tnpa ada gangguan dri siapapun Insya ALLoh cepat atau lmbat uNi akan plang k rumah setelah mrasa cukup mnuntut ilmu agama. Hanya satu prmntaan uNi, uNi hrap smua kluarga tidak usah khawatir Insya aLLoh keadaan uNi baik2 aja tnpa kkurangansuatu apapun ".
"Dari kalimat yang dibuat, ini bukan SMS dari Yuni. Waktu saya telepon, handphonenya langsung mati," ungkap Wahid.
(lh/lh)











































