Menurut Boediono, ancaman pada eksistensi dan kesatuan negeri ini tak akan pernah berhenti mengintai.
"Pramuka sebagai Pandu Ibu Pertiwi harus berdiri pada barisan paling depan untuk mengawalnya. Faham-faham radikalisme maupun terorisme tidak boleh kita biarkan mengancam kedamaian dan keberadaan NKRI," ujar Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selendang Merah Putih yang selalu mengikat leher seorang Pramuka adalah simbol kesetiaan pada cita-cita luhur itu," terangnya.
Menurutnya, Pramuka atau dulu disebut Pandu, adalah pemimpin. Setiap anggota Pamuka diharapkan nantinya bisa menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang.
"Sebagai Pandu, pramuka Indonesia, adalah calon pemimpin bangsa. Saya harapkan kalian semua memiliki pegangan, memiliki kompas, mengenai mana yang baik dan mana yang buruk," terangnya.
Beratnya tanggung jawab ini membuat Pramuka harus selalu bisa menghadapi setiap tantangan perubahan jaman. Mantan Gubernur BI ini berpesan kepada seluruh anggota Pramuka untuk mencintai NKRI.
"Ingat selalu pesan saya. Pramuka adalah calon pemimpin bangsa. Siapkan dirimu sebaik-baiknya, bangunlah karaktermu sebagai calon pemimpin sejak sekarang juga. Cintailah dan rawatlah negeri ini, kerjakanlah semua itu sebagai bagian dari kegiatanmu sehari-hari. Ibu pertiwi menunggu baktimu," imbuhnya.
(her/ndr)











































