Tepat pukul 09.00 WIB, Sabtu (9/7/2011) 2 Helikopter yang mengangkut rombongan Wapres Boediono tampak mendekat ke lapangan tempat acara Jambore dilaksanakan. Helikopter tersebut turun di area terbuka yang letaknya sekitar 200 meter dari lapangan tempat peserta Jambore berbaris.
Para peserta menunggu Wapres yang akan bertindak sebagai pembina upacara dalam upacara penutupan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, para tamu undangan yang berada di tenda merah putih seketika membalikkan badannya menghidari debu dan tanah. Begitu juga dengan anggota Pramuka yang sejak pagi telah berbaris menunggu kedatangan RI 2. Para peserta Jambore langsung balik badan agar debu dan tanah tidak masuk ke mata dan hidung.
Begitu Helipad menyentuh tanah dan baling-baling berhenti berputar, pakaian kursi dan rambut para tamu undangan dipenuhi debu dan tanah. Para tamu undangan dan beberapa Pramuka Senior tampak membersihkan pakaiannya.
"Mandi debu ini namanya. Untung cuma dua Heli, kalau sepuluh bisa tambah parah," ujar seorang tamu undangan yang mengenakan baju Pramuka.
Kencangnya baling-baling Heli memang tidak hanya membuat daun-daun di sekitar tempat pendaratan beterbangan, debu pun ikut berhamburan. Hal ini di perparah dengan kondisi tanah yang gembur membuatnya mudah tertiup angin.
Boediono beserta rombongan langsung menuju ruang tunggu setelah turun dari Helipad. Dalam rombongan tampak Ibu Herawati, Gubernur Sumsel, Alex Nurdin, wakil Mendiknas Fasli Djalal dan lainnya.
Jambore Nasional Pramuka ke IX sendiri digelar sejak Tanggal 2 hingga 9 Juli. 15 ribu kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia termasuk ratusan perwakilan Pramuka dari beberapa negara tetangga ikut serta dalam kegiatan ini.
(irw/ndr)










































