"Mengapa Singapura menjadi tempat pelarian koruptor? Faktor pertama adalah faktor strategis, jarak yang sangat dekat," ujar Pengamat Sosial Politik Universitas Nanyang Singapura, Sulfikar Amir, dalam diskusi Polemik "Kepak Si Burung Nazar" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (9/7/2011).
Kedua adalah tidak adanya perjanjian ekstradisi. Hal ini mempersulit usaha penegak hukum mengejar Nazaruddin yang tersangkut kasus suap Kemenpora.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun uniknya Singapura telah mengumumkan Nazaruddin tidak berada disana. Diduga ini upaya Singapura memulihkan nama baiknya.
"Ada opini seolah Singapura melindungi para koruptor sehingga tidak mau bekerjasama dengan pemerintah. Yang menarik adalah pernyataan Kemenlu yang memberikan pernyataan bahwa Nazaruddin sudah keluar sebelum jadi tersangka. Tidak ada kebijakan negara mengatakan status tersangka seseorang. Mereka hendak memperbaiki nama baik mereka sebagai tempat melindungi para koruptor," tuturnya.
"Ini rencana pembentukan komunitas ASEAN pada tahun 2014 dan Singapura ingin menjadi good neighbour untuk negara ASEAN lainnya," tandasnya.
(van/ape)











































