“Saya kira ada pemain-pemain yang tidak menginginkan kampus ini aman. Jadi saya minta aparat kemanan cari mereka, jangan cuma diusir saja. karena kalau diusir saja, maka ke depan kampus ini akan dirusak lagi. Jadi tangkap mereka,” tegasnya.
Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi dengan pihak Unpatti maupun tokoh agama Maluku di kantor Gubernur Maluku, Jl Pattimura, Jumat (8/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wagub juga membantah pernyataan mahasiswa tentang diskriminasi dalam penerimaan mahasiswa baru. Menurutnya setelah melihat data Unpatti. Dari data 4.284 pelamar SNMPTN yang dinyatakan lulus 1.804. Rincian tersebut pelamar yang beragama Islam 1.165 orang yang lulus sebanyak 528, itu berarti sekitar 45,32 persen pelamar yang beragama Islam yang lulus SNMPTN.
Sedangkan pelamar yang beragama Kristen Protestan sebanyak 2.905 orang dan yang lulus sebanyak 1.196 atau 41,17 persen. Pelamar yang beragam Katolik sebanyak 213 orang dan yang lulus sebanyak 80 orang. Dan pelamar yang beragama Hindu sebanyak satu orang dan dinyatakan tidak lulus atau Nol persen.
“Saya minta masalah yang terjadi di Unpatti jangan dibawah ke ranah politik, agama dan lain sebagainya. Karena itu adalah masalah internal,” ungkapnya.
Menyangkut organisasi kemahasiswa, Rektor Unpatti Ambon, Prof Tetelepta mengatakan, dalam waktu dekat ini akan dibentuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus tersebut.
Diakuinya, lambatnya pemberlakuan BEM di Unpatti lebih disebabkan belum disahkannya statuta Unpatti oleh Menteri Pendidikan Nasional. Namun setelah melakukan koordinasi dengan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiknas, didapatkan petunjuk untuk segera membentuk BEM.
“Kami telah berkoordinasi dengan Dirjen, baik via telepon maupun SMS, Dirjen menyarankan agar kami segera membentuk BEM,” terang Tetelepta.
Dalam waktu dekat ini, pihaknya bersama dengan Pembantu Rektor (PR) III dan Pembantu-pembantu Dekan (PD) III akan segera membentuk BEM, sesuai tuntutan mahasiswa dan atas petunjuk Dirjen. Pembentukan BEM tersebut tidak dapat menunggu sampai statuta Unpatti disahkan oleh Mendiknas, karena tentu saja akan memakan waktu yang lama.
Pada pelaksanaan SNMPTN lalu, kuota Unpatti sebanyak 2.400 mahasiswa, tapi yang lulus hanya 1.804. itu berarti ada kekurangan sekitar 600 mahasiswa. Kekurangan tersebut akan diisi dengan melakukan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Mandiri Unpatti gelombang kedua.
Kapolres Ambon AKBP Djoko Susilo yang dihubungi terkait dengan penanganan kasus bentrokan, mengaku kalau sementara ini masih mengintensifkan penyelidikan guna mengungkap pelaku pembakaran.
“Polisi masih selidiki pelaku pembakaran kampus Unpatti” kata Kapolres.
Dalam aksi itu, lanjut kapolres sedikitnya 4 mahasiswa mengalami luka parah dan ringan, namun identitas korban belum diketahui. Kapolres mengaku telah menempatkan 180 personil di Unpatti. Mereka terdiri dari 1 platon brimob, 1 platon Sabhara, Polsek Sirimau, Polsek Bandara, Polsek Baguala, dua tim Buser, Dan dua tim intel.
Untuk mengamankan kampus, pasukan itu nantinya akan ditempatkan pada 6 titik strategis yang berpeluang sebagai tempat terjadinya konflik. “Ada enam titik yang akan dibangun pos, titik-titik tersebut merupakan daerah yang paling rawan” ujar Kapolres.
(ape/ape)











































