"Soal reshuffle itu hak progresif Presiden terhadap menteri-menterinya lah, kita mengikuti saja. Saya kan juga bukan presiden," kata Ical, sapaan akrabnya kepada wartawan saat melakukan kunjungannya ke Kantor DPD Partai Golkar Kota Mojokerto di Jalan Jawa, Jumat (8/7/2011).
Jika memang nantinya berujung pada reshuffle Kabinet dari Golkar, pihaknya akan siap dan mengganti dengan kader Golkar lainnya. "Jika memang nanti berujung pada reshuffle kebinet, Golkar akan siap. Jika kader Golkar direshuffle, maka akan kita ganti dengan kader Golkar lainnya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kinerja menteri itu hanya membantu saja, semuanya hak preogratif ada pada presiden. Jadi kalau ada baik buruknya ya presiden," tegasnya.
(ape/ape)
