Terpidana Mati Narkoba Ayodhya Tidak Siap Dieksekusi
Kamis, 24 Jun 2004 14:49 WIB
Medan - Dari 25 terpidana mati kasus narkoba, Ayodhya Prasat Chaubey adalah sosok paling depan yang akan didor. Tapi dia mengaku tidak siap mati."Dia terlihat resah saat kami temui tadi," kata pengacara warga India itu, Adiningtyas, pada detikcom di LBH Medan, Jl.Hindu, Medan, Kamis (24/6/2004). Adiningtyas menemui kliennya pada Kamis pagi tadi.Ayodhya yang kini menjadi Muslim ditahan di blok khusus terpidana mati di LP Tanjung Gusta, Medan. "Dia menyatakan tidak siap diekskusi karena proses hukumnya yang dia jalani tidak adil," sambung Adiningtyas.Ayodhya merasa hukuman yang diterimanya tidak adil karena selama persidangan, jaksa tidak pernah menghadirkan barang bukti berupa heroin 12 kg lebih yang dituduhkan padanya."Keresahannya juga akibat pemberitaan media massa yang berspekulasi kapan eksekusi dilaksanakan," kata Adiningtyas.Ayodhya juga berharap Konsul India di Medan maupun Kedubes India di Jakarta agar melakukan pembelaan pada dirinya.
(nrl/)











































