Menurut Pong, harusnya Partai Demokrat dan Presiden SBY bersikap tegas. Nazaruddin yang sudah jelas-jelas menjadi kejaran Interpol tak boleh dibela.
"SBY harus tegas, Demokrat harus objektif, sudah jelas tersangka kok dibela. Orang salah kok ditutupi," kritik Pong dengan raut muka serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mengkritisi melempemnya PD menghadapi Nazaruddin, Pong memang menunjukkan keseriusannya. Pong yang mengenakan batik warna biru ini nampaknya mengikuti perkembangan kasus Nazaruddin.
Yang diperhatikan Pong justru kocar-kacirnya PD menghadapi goyangan kasus suap Kemenpora. Nazaruddin dilihatnya telah sukses memecah internal PD.
"Demokrat satu partai pun saling menyerang. Itu kan partai besar kok masih seperti itu," kritik Pria yang mulai berkeriput ini, dengan raut muka sama seriusnya.
Menurutnya, saat ini harusnya Presiden SBY merealisasikan apa yang didorongnya dalam kampanye pilpres. Yakni melakukan pemberantasan korupsi secara nyata dan konkret.
"SBY tetap harus tegas dan bertanggungjawab. Dia jangan seperti zaman kampanye katakan tidak, sekarang jangan katakan tidak lagi, berantas korupsi. Biar kadernya salah ya berantas. Jangan sampai orang berpikir underestimate terhadap SBY," saran pria berkacamata ini sambil tersenyum.
Pong lalu mengkritisi penegak hukum yang belum menemukan Nazaruddin. Ia berharap Nazaruddin segera ditemukan polisi. "Polisi dan intel fungsinya apa. Itu kan harusnya dikuntit. Itu kan tugas polisi, jangan cuma teroris bom buku itu digede-gedein," tuturnya.
(van/nwk)










































