"Dirjen Imigrasi sekarang berada di Singapura, nanti kita minta tindak lanjut, apa hasil pertemuan dengan Imigrasi Singapura," kata Menkum HAM Patrialis Akbar di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (8/7/2011).
"Tapi kan Nazaruddin sedang ke Singapura Pak. Jadi setelah ke Singapura lanjut ke Malaysia?" tanya wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada Kamis kemarin Patrialis ditanya, dengan mengirim Dirjen Imigrasi apa artinya pemerintah tidak percaya jika belum berkunjung langsung ke Singapura?
"Jangan ditafsirkan seperti itu (tidak percaya Kemenlu Singapura). Cek and riceklah. Kemenkum HAM juga belum terima (data kepergian Nazaruddin dari Singapura)," ujarnya di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2011).
Patrialis tidak yakin jika Nazaruddin sudah kembali ke Indonesia. Jika sudah kembali, diyakini Nazaruddin pasti 'tercium' jejaknya.
"Kalau kembali ke Indonesia itu kan mesti masuk ke pintu masuk. Pasti paspornya terdeteksi dong," kata Patrialis.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melaporkan posisi Nazaruddin terus berpindah-pindah dari Singapura, Vietnam, dan Malaysia. Posisi Nazaruddin tetap misterius. Namun diduga kuat dia berada di Malaysia.
"Posisi terakhir sejak akhir pekan lalu, hingga Kamis kemarin, dia terlacak berada di Kuala Lumpur, Malaysia," kata seorang penegak hukum yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui Jumat (8/7/2011) pagi.
Nah, Nazaruddin tidak sendirian. Dia bersama istrinya yang memang kerap pergi ke Kuala Lumpur dari Singapura. "Jadi memang sering bolak balik, ada yang mereka lakukan di sana," jelas sumber itu tanpa
merinci.
Benarkah Nazaruddin kini bersembunyi di Malaysia? Pimpinan KPK yang sebelumnya ditanyai soal posisi Nazaruddin enggan berbicara. Wakil Ketua KPK M Jasin hanya menegaskan pihaknya melakukan segala upaya
agar bisa membawa pulang Nazaruddin ke Indonesia.
"Red notice sudah disebarkan ke 188 negara, salah satunya ke Malaysia," jelas Jasin pada detikcom, Kamis (7/7/2011) malam saat dikonfirmasi mengenai posisi terakhir Nazaruddin.
(anw/nwk)











































