"Jangan bicara Kongres Luar Biasa (KLB), tidak ada alasan KLB, apalagi karena celotehan seorang Nazar yang dipertanyakan kebenarannya oleh mereka yang disebut. Karena bisa saja besok saya juga akan diserang oleh yang bersangkutan," ujar Marzuki saat dihubungi wartawan, Jumat (8/7/2011).
Marzuki bahkan mengaku pernah mendengar namanya hendak disebut Nazaruddin. Namun ia memilih tenang, ketimbang menjadi bulan-bulanan bola panas Nazaruddin.
"Sebelumnya sempat terdengar juga saya disebut-sebut, namun saya tidak mau menjadi isu besar," tuturnya.
Meskipun Marzuki mengaku tak memberikan masukan apapun kepada Nazaruddin sebelum kader muda PD tersebut menghilang. "Saya baru dekat beberapa bulan terakhir ini, menghormati jabatan beliau sebagai pengurus utama DPP," tandasnya.
(van/nwk)











































