"Harusnya dengan prerogatif Presiden dan dukungan data yang obyektif tentang kinerja para pembantunya hanya ada dua plihan, yakni Presiden cepat mengganti para menteri dan pembantunya; atau para menteri dengan jantan yang gagal melaksanakan programnya atau melaksanakan Instruksi Presiden maka seharusnya mengajukan mundur. Jangan hanya mau jabatan, tapi tidak bisa kerja dengan optimal," ujar Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, kepada wartawan, Jumat (8/7/2011).
Menurut Tjahjo, kondisi pemerintahan saat ini sangat memprihatinkan. Manajemen pemerintahan juga dinilai tidak optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tjahjo, lemahnya penyelenggaraan pemerintahan harus dijawab dengan ketegasan presiden. Presiden harus serius membenahi kelemahan di 50 sektor kementerian tersebut.
"Karena menunjukkan dengan jelas kelemahan koordinasi pemerintah, interdep-nya lemah, masih kuatnya egoisme sektoral. Di sisi lain menunjukkan adanya kelemahan kepemimpinan di tingkat departemen atau lembaga non departemen," kritik Tjahjo lagi.
(van/nvc)











































