Antisipasi Tawuran, 10 Polisi Siaga 24 Jam di Johar Baru

Antisipasi Tawuran, 10 Polisi Siaga 24 Jam di Johar Baru

- detikNews
Jumat, 08 Jul 2011 13:25 WIB
Jakarta - Aksi tawuran warga yang semakin memprihatinkan menjadi perhatian serius Pemprov DKI dan jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya. Guna mengantisipasi tawuran tersebut, Polda Metro Jaya menyiagakan personel di lokasi rawan tawuran.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan, khusus di kawasan Johar Baru yang paling sering mengalami tawuran, petugas akan disiagakan selama 24 jam di Pos Terpadu.

"Kemarin, dari Polres Jakarta Pusat mengatakan, akan disiagakan 10 personel di Pos Terpadu untuk antisipasi tawuran ini. Mereka akan berjaga selama 24 jam," kata Baharudin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (8/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baharudin mengatakan, Pos Terpadu itu ditempatkan di perempatan Jalan T. "Mereka akan mengawasi terus di lokasi," kata dia.

Baharudin menjelaskan, penempatan petugas di Pos Terpadu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku tawuran. Dengan siaganya petugas di lokasi, diharapkan dapat meredam kelompok tawuran sebelum tawuran itu sendiri meletup.

"Jadi jangan sampai membesar dulu baru datang. Tapi diharapkan, anggota di sana, sudah ada indikasi mau tawuran, petugas langsung melakukan persuasif sehingga tawuran tidak terjadi," jelas dia.

Baharudin menyebutkan, lokasi tawuran terparah di kawasan Jakarta dan sekitarnya terdapat di Johar Baru, Jakarta Pusat. Di Johar Baru, terdapat sedikitnya 8 titik yang sering dijadikan lokasi tawuran.

"Sekarang kita persempit menjadi empat titik saja," ujar dia.

Ia menambahkan, selama Januari-Juni 2011, sedikitnya sudah 32 kali tawuran terjadi di Johar Baru. Di kawasan Manggarai, sudah 9 kali tawuran.

Sementara itu, untuk mengantisipasi tawuran di Pasar Rumput, Manggarai, Kepolisian Sektor Menteng kini menggelar apel pagi di Menteng Tenggulun. Seperti diketahui, warga Menteng Tenggulun kerap melakukan aksi tawuran dengan warga Pasar Rumput, Manggarai.

"Untuk tawuran warga Menteng Tenggulun dan Pasar Rumput, lokasi tawurannya ini kan di jembatan yang memisahkan Menteng Tenggulun dan Pasar Rumput," paparnya.

Baharudin mengatakan, tawuran merupakan kondisi sosial warga yang disebabkan pelbagai faktor. Salah satu faktor yakni rendahnya tingkat ekonomi masyarakat.

"Dalam satu rumah petak, bisa dihuni oleh lebih dari lima orang. Bahkan kemarin saya sempat berkunjung ke salah satu lokasi tawuran, ada yang sampai tidur di pos karena nggak bisa tidur di rumahnya," ujar dia.

(mei/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini