Kemenkes: Survei Susu Formula Bukan Cari Bakteri, Tapi Cemaran Mikroba

Kemenkes: Survei Susu Formula Bukan Cari Bakteri, Tapi Cemaran Mikroba

- detikNews
Jumat, 08 Jul 2011 11:15 WIB
Kemenkes: Survei Susu Formula Bukan Cari Bakteri, Tapi Cemaran Mikroba
Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan survei pada 47 merek susu formula bayi berusia 0-6 bulan yang beredar tahun 2011. Kemenkes menegaskan, survei ini tidak bertujuan mencari bakteri melainkan mencari cemaran mikroba. Apa bedanya?

"Menindaklanjuti perintah Ibu Menteri, kita bertiga adakan survei pencemaran E Sakazakii pada susu fomula yang ada tahun ini di Indonesia. Berdasarkan SK Menkes, ada 3, IPB, Balitbangkes Kemenkes, BPOM. Sedikit ada perbedaan penelitian pencemaran bakteri untuk tujuan isolasi seperti yang dilakukan IPB dan surveillance dari BPOM," ujar Kepala Badan Litbang Kemenkes Trihono.

Hal itu disampaikan Trihono dalam jumpa pers di Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (8/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trihono menjelaskan, perbedaan metode yang dilakukan IPB adalah isolat bakteri yang memang bertujuan mencari bakteri. Sedangkan surveillance bertujuan hanya mencari informasi ada atau tidaknya bakteri pada sampel yang diteliti.

"Mencari isolat, jumlah sampel tentu saja tidak ada ketentuan, yang penting sampai bakterinya ketemu karena tujuannya ketemu bakteri tersebut. Kalau surveillance, sampel ini mewakili seluruh sampel yang ada di pasar, seluruh merek dilakukan survei," jelas Trihono.

Trihono menyatakan ada 47 merek susu formula yang beredar tahun 2011 yang disurvei. Masing-masing merek susu diambil 3 sampel baik kemasan kaleng maupun karton. Kemudian dari masing-masing sampel diambil 2 batch dan diperiksa di dua laboratorium yang berbeda. Sedangkan 1 sampel lainnya disimpan untuk mengantisipasi hasil uji yang berbeda. Sampel susu formula diambil baik di pasar tradisional maupun modern di 7 wilayah di Indonesia.

"Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Masing-masing diambil perwakilannya," ujar Trihono sambil menunjuk presentasi grafis penelitian.

"Kesimpulannya adalah hasil survei semua nama dan jenis tidak ditemukan bakteri. Sudah melakukan kroscek dan hasilnya tidak ditemukan Enterobacter Sakazakii," ujar Trihono.

(nwk/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads