DPR Temui Panwaslu
Kamis, 24 Jun 2004 13:53 WIB
Jakarta - Komisi II DPR RI bertemu Panwaslu untuk mengetahui kesiapan menghadapi pemilu presiden 5 Juli mendatang. Panwaslu diminta tegas menindak politik uang.Pertemuan berlangung di kantor Panwaslu, gedung Plaza Sentris, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/6/2004). Hadir dalam pertemuan, Ketua Komisi II DPR Teras Narang dan Wakil Ketua Komisi II Ferry Mursyidan Baldan.Sedangkan dari Panwaslu, Ketua Panwaslu Komaruddin Hidayat dan Anggota Panwaslu Didik Supriyanto."Kami mengharapkan Panwas betul-betul melakukan pengawasan, karena kami khawatir hal-hal yang berindikasi kecurangan bisa berakibat fatal. Hal ini karena masing-masing calon punya pendukung yang fanatik," kata Teras. Ferry meminta agar Panwas menaruh perhatian yang besar pada politik uang."Ini sangat penting meski sulit dibuktikan, politik uang bisa mengakibatkan pasangan capres gugur," ujarnya.Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 90 menit, komisi II juga menanyakan tindak lanjut pelanggaran yang dilaporkan maupun ditemukan oleh panwaslu."Karena ada kesan, panwaslu hanya sebagai tempat transit dari kasus pelanggaran tanpa ada pendalaman terlebih dahulu. Kami sangat mendukung sikap Panwas apalagi kalau sampai menghentikn kampanye. Kita sangat dukung," kata Ferry.Menanggapi hal itu, Anggota Panwaslu Didik Supriyanto menegaskan Panwaslu tidak pernah ragu untuk menindaklanjuti setiap laporan pelanggaran."Justru Panwas yang lebih banyak menemukan kasus pelanggaran di lapangan ketimbang menerima laporn dari masyarakat. Kami memang memiliki kendala untuk mengawasi proses di tingkat TPS dan PPS," ujar Didik.Panwaslu meminta dilakukan verifikasi ulang dari caleg DPR yang terpilih dalam pemilu legislatif, karena ada indikasi kuat beberapa caleg yang terpilih memiliki ijazah palsu. "Ini perlu instruksi tegas dari instansi terkait karena Panwas tidak bisa melakukan hal ini," tandas Didik.
(aan/)











































