Awalnya terkagum-kagum melihat binatang buas, namun lupa bahwa kerangkengnya tidak digembok dan dapat menerkam sewaktu-waktu.
"Mahfud dan Busyro kan pemain daerah yang baru masuk sini. Hati-hatilah. Sekarang seperti masuk ke kebon binatang, lihat singa-singa di kerangkeng. Padahal gemboknya entah kemana," kata Hermawan disela-sela diskusi bertema 'Lanskap Polri di Pancaroba Politik' di Jakarta Media Center (JMC) Jl Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (7/7/2011).
.
"Sewaktu-waktu, binatang itu bisa menerkam. Dia lupa kalau Jakarta ini hutan rimba belantara," tandas Hermawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nazarudin kan begitu. Awalnya dari daerah bukan siapa-siapa. Tapi yang diganggu kebon binatang. Meski sudah ompong, namanya singa ya tetap saja singa," tukas sosiolog tersebut.
(Ari/rdf)











































