Tolak Capres Militer, Puluhan Mahasiswa Mogok Makan Besok
Kamis, 24 Jun 2004 13:26 WIB
Jakarta - Sekitar 50 mahasiswa akan mogok makan, Jumat (25/6/2004) besok, di Komnas HAM. Selain di Jakarta aksi juga akan digelar di lima kota besar lainnya. Tujuan aksi untuk menyerukan jangan pilih capres berlatar belakang militer."Minimal diikuti 50 orang. Itu bisa lebih kalau banyak yang ingin berpartisipasi," kata Humas Barisan Oposisi Bersatu (BOB), koalisi berbagai ormas dan organisasi mahasisiwa yang menggelar aksi itu, Zely Ariane, di kantor Kontras, Jl. Cisadane nomor 9, Jakarta, Kamis (24/6/2004). Komnas HAM sengaja dipilih sebagai tempat aksi untuk menggugat peran lembaga itu dalam penegakan HAM terkait dengan mantan Wakil Ketuanya Salahuddin Wahid menjadi cawapres Wiranto yang diduga melanggar HAM."Kami melihat Komnas harusnya bisa lebih berinisiatif dalam penyelidikan dan pengusutan berbagai kejahatan HAM," kata Iwan Dwilaksono yang mewakili LMND dalam BOB. Selain di Jakarta, aksi juga akan digelar serempak di 5 kota yaitu Jakarta, Surabaya, Malang, Makassar dan Palu.Zely mengatakan, mogok massal nasional itu sebagai bentuk keprihatinan atas kebangkitan militerisme. Kebangkitan ini antara lain ditandai dengan munculnya Wiranto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi capres. "Dalam aksi nanti kami akan meminta Komnas HAM memanggil Wiranto dan SBY. Wiranto harus dimintai keterangan atas pembentukan Pam Swakarsa dan tragedi Trisakti, Semanggi. SBY terkait 27 Juli," tegas Zely.BOB juga meminta Komnas HAM agar menindaklanjuti pengakuan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Pur) Kivlan Zen yang menyatakan Wiranto memerintahkan pembentukan Pam Swakarsa. Selain mogok makan, BOB juga akan mengadakan panggung demokrasi, pameran foto, pemutaran film, dan dikusi-diksusi untuk menolak capres militer.
(iy/)











































