Ipda Dimas merupakan lulusan terbaik Akpol 2008 yang menangkap Dian dan Randy dengan cara pura-pura membeli iPad yang ditawarkan oleh kedua terdakwa tersebut.
"Ternyata lulusan terbaik hanya begitu juga. Tidak bisa membedakan sesuatu mana yang prioritas atau tidak. Kepekaan di dalam logika perlu dilatih. Bukan hanya mengedepankan kekuasaan, saya berwenang lalu main tangkap," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar dalam acara diskusi 'Lanskap Polri di Pancaroba Politik' di Jakarta Media Center (JMC) Jl Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (7/7/2011).
Staf pengajar pengajar pasca sarjana Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini mengatakan kurikulum Akpol perlu dibenahi terutama mengenai pengetahuan hukum. Salah satu caranya adalah dengan mempertajam analisis sosiologi hukum dan filsafat hukum.
"Jadi kalau mau menangkap, melihat dulu (masalahnya). Dalam praktiknya harus dipertimbangkan, jangan lurus menabrak tembok. Yang perkara besar saja belum terungkap," tambah Bambang.
Sebelumnya, Ipda Dima Anuraga menangkap Dian dan Randy karena menjual 2 buah iPad tanpa buku petunjuk berbahasa Indonesia. Kasus ini sedang diadili di PN Jakarta Pusat. Namun proses hukum tersebut mengundang kontroversi publik karena dianggap terlampau mengada-ada.
(nal/fay)











































