"Kami diliburkan hingga hari Senin," kata salah satu pengurus BEM Fakultas MIPA yang enggan disebut namanya kepada detikcom, Kamis (7/7/2011).
Pengamatan detikcom, kampus saat ini sepi dari aktivitas mahasiswa maupun civitas akademika lainnya. Kantor Rektorat Unpatti juga terkunci.
"Rektor dan Pembantu Rektor III harus bertanggungjawab terhadap tragedi ini," kata salah satu dosen Fakultas Pertanian yang juga enggan disebutkan namanya ini.
Dikatakan, pihak Rektorat harus mencari dalang dari kasus ini dan memproses hukum kasus ini. "Ini harus ditindak secara tegas, terutama dalang dari kasus ini," ujarnya.
Aparat satuan Brimob Polda Maluku dan Personil Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease masih menjaga ketat kampus berlogo mutiara ini.
"Mahasiswa masih dilarang masuk terkecuali mahasiswa yang ada urusan penting," ujar salah satu aparat Brimob yang ditemui detikcom, digerbang kampus.
Selain empat gedung, Fakultas MIPA, Faperta, Ekonomi dan Gedung Registrasi yang dibakar mahasiswa, sejumlah sepeda motor pun menjadi sasaran amuk mahasiswa. Tiga sepeda motor yang berada di luar gedung registrasi hangus.
Rektor Unpatti, Prof. Berth Tetelepta, belum memberikan keterangan. Ponselnya mati saat dihubungi wartawan.
(han/aan)











































