Cuma Tanda Tangan Absen, M Nasir Tak Ikut Paripurna

Cuma Tanda Tangan Absen, M Nasir Tak Ikut Paripurna

- detikNews
Kamis, 07 Jul 2011 13:45 WIB
Cuma Tanda Tangan Absen, M Nasir Tak Ikut Paripurna
Jakarta - Bukan hanya M Nazaruddin yang ikut menghilang, saudaranya pun yaitu M Nasir menjadi sangat sulit dicari. Lucunya, dalam rapat paripurna DPR, M Nasir memang tak tampak, namun tanda tangannya ada di buku absensi anggota.

Dalam daftar absensi fraksi Demokrat, nama Muhammad Nasir berada di urutan nomor 24. Di nomor itu terlihat diberi tanda lingkaran oleh petugas Setjen DPR. Lingkaran itu menandakan nama yang disebut dalam nomor itu telah hadir dan membubuhkan tanda tangan.

Dalam nomor urut 24, tertulis nama Muhammad Nasir, dan tanda tangannya pun tertulis jelas dengan tinta basah warna hitam. Namun saat wartawan mencari tempat duduknya, ternyata kursi M Nasir kosong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi wartawan tidak sulit untuk mencari keberadaan Nasir di ruang rapat paripurna. Karena selain nomor urut, nama dan tanda tangan, dalam buku absensi juga tertulis nomor anggota DPR. M Nasir sendiri tertulis sebagai anggota DPR dengan nomor duduk 436, namun dalam kursi dengan nomor itu tak ada Nasir.

"Mungkin tadi pagi ke sini karena takut sama wartawan terus pulang. Atau ada hal mendadak jadi dia keluar," ujar petugas Setjen DPR yang menjaga buku absensi kepada wartawan di gedung Nusantara II, DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/7/2011).

Menurut petugas tersebut, memang tidak ada keharusan anggota DPR yang hadir harus terus mengikuti jalan sidang. Asalkan hadir dan tanda tangan, lalu pergi lagi itu tidak masalah.

"Kan tidak dilarang. Kalau tiba-tiba ditelpon istrinya kalau anaknya sakit kan bisa saja dia pulang," imbuhnya.

Wasekjen PD, Saan Mustofa mengaku tidak mengetahui mengapa saudara M Nasir sering tidak hadir. Namun kepada Saan, Nasir pernah minta izin untuk kembali ke Dapilnya.

"Seminggu lalu dia minta izin mau ke Dapil. Tapi kalau sekarang tidak ada, saya tidak tahu. Mungkin sedang ada keperluan," terang Saan.

Rapat paripurna kali ini membahas pandangan fraksi-fraksi terkait APBN 2010.


(her/mok)


Berita Terkait