Nazaruddin beralasan bahwa kepergiannya ke luar negeri karena diperintahkan oleh Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Nazaruddin mengaku diminta pergi sampai masalah hukumnya di KPK selesai. Namun hal itu langsung dibantah keras-keras oleh PD.
"Itu ngarang saja dia. Terlepas dia itu panik atau ngawur, itu tetap tak dapat diterima. Masa Anas seperti itu ke Nazar, itu pasti tidak benarlah," bantah Wasekjen PD Ramadhan Pohan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/7/2011).
Menurutnya tudingan Nazar kepada ketua umumnya itu adalah fitnah. PD pun akan melawan tudingan-tudingan itu.
"Setiap bentuk penghinaan terhadap ketum itu kami anggap sebagai penghinaan yang keji. Kami akan lawan itu dan kami tidak akan membiarkannya. Termasuk terhadap penabuh genderang yang membuat Nazar ini menari," katanya.
Ramadhan juga menyayangkan sikap pengacara Nazaruddin, OC Kaligis yang terkesan membiarkan kliennya terus melempar fitnah. Sebagai pengacara, OC Kaligis dinilai tidak melindungi kliennya.
"Jelas-jelas apa yang dilakukan Nazar itu hanya mampu memfitnah dan mempermalukan Anas Urbaningrum tapi tidak akan sedikit pun menolong posisi Nazaruddin," terangnya.
Ramadhan balik menyerang bahwa pernyataan Nazar yang disebarkan via Black Berry Mesengger (BBM) justru membahayakan dirinya.
"Saya justru khawaatir sikap dia ini bisa membahayakan diri dia sendiri. Tudingan-tudingan itu bisa dianggap memfitnah," terang anggota Komisi II DPR ini.
Menurut Ramadhan, sikap Nazaruddin saat ini tidak lagi mencerminkan sikap kader PD. Menurutnya karakteristik kader Demokrat itu tercermin dalam sikap yang cerdas, bersih, santun.
"Konstitusi kita itu etikanya kader Demokrat dan Nazar semakin menjauhkan dirinya dari tiga karakteristik kader Demokrat itu," imbuhnya.
(her/mok)











































