Gus Dur: Hasyim Tak Boleh Jadikan NU Kendaraan Politik
Kamis, 24 Jun 2004 11:50 WIB
Jakarta -
Ketua Dewan Syuro PKB (PKB) Abdurrahman Wahid menuding Ketua umum PBNU (nonaktif) Hasyim Muzadi telah menggunakan organisasi massa NU sebagai kendaraan politik untuk memenangkan pemilu presiden dan wakil Presiden. Dan tindakan ini tidak dapat dibenarkan karena NU bukan parpol."NU itu bukan parpol. Sehingga tidak boleh digunakan untuk kendaraan politik. Kalau seperti ini caranya buat apa ada PKB, PPP, maupun partai-partai politik lainnya. Orang NU juga banyak di Golkar maupun PDIP," kata Gus Dur.Gus Dur, yang berbicara dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Kamis (24/6/2004), lalu menunjuk pada beredarnya VCD kampanye Mega-Hasyim yang sampulnya menggunakan nama NU. "Itu tidak boleh. Juga poster-poster yang latar belakangnya Bung Karno dan Hasyim Asy'ari."Selanjutnya Gus Dur menjelaskan bahwa kini banyak pertemuan kiai dan ulama yang intinya menolak politisasi NU oleh Hasyim Muzadi. Salah satunya adalah acara Halaqah Ulama se-Jawa jilid I di Salatiga pada Minggu (20/6/2004). Hasil pertemuan, pengurus NU dilarang mendukung capres-cawapres tertentu dengan menggunakan organisasi NU."Juga sudah mulai terdengar tuntutan Muktamar NU yang dipercepat. Tapi buat saya soal ini menunggu keputusan KH Sahal Mahfudz (Rais Aam NU). Kalau ia diam saja, saya juga diam. Dan saya yakin dalam muktamar nanti dia akan kalah total. Saya sebagai mutajar atau penasehat PBNU yakin Hasyim tidak didukung kiai-kiai NU," ujar Gus Dur.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































