Sejak kasus suap Nazaruddin mencuat ke publik, Rita Zahara - sepupu Nazaruddin yang menjadi ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Riau, sering tutup mulut kepada wartawan. Beberapa kali wartawan di Pekanbaru mencoba untuk mengorek informasi keterkaitan kasus yang dialami Nazaruddin, Rita terkesan menghindar.
Kendati Rita dalam sebulan ini masih terlihat di DPRD Riau, namun tetap saja wanita itu terkesan tidak mau terusik dengan wartawan soal urusan kakak sepupunya, Nazaruddin dan M Nasir itu. Pada Rabu (6/7/2011), Rita pun seperti menghilang dari DPRD Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang anggota DPRD Riau, Tengku Azwir yang masih satu fraksi dengan Rita, mengaku tidak dapat menghubungi ponsel Rita yang biasa dia gunakan. "Sudah dua hari ini saya mencoba menghubungi ibu Rita. Tapi nomor HP-nya itu tidak aktif," kata Azwir kepada detikcom.
Azwir yang mengaku saat ini tengah berada di Jakarta dalam rangka tugas DPRD Riau, menyebutkan dia tidak mengetahui di mana keberadaan Rita Zahara saat ini. "Hari Senin kemarin kita masih ketemu di DPRD Riau. Tapi setelah itu, saya tidak bertemu lagi," kata Azwir.
Masih menurut Azwir selama di Jakarta, dia terus mencoba menghubungi Rita. Hal itu dimungkinkan, karena mereka memiliki tugas dewan yang harus dikerjakan bersama. "Padahal kita ini ada agenda kerja DPRD Riau. Makanya saya terus mencoba menghubunginya untuk urusan kerja tersebut, namun HP-nya tidak pernah aktif," kata Azwir.
Rita Zahara, adalah Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Riau. Rita Zahara saat ini menjabat sebagai bendahara di DPD Partai Demokrat Riau. Keberadaan Rita yang memiliki jabatan elit di Demokrat Riau ini disebut-sebut memang sempat menimbulkan gesekan di internal partai tersebut.
Rita dianggap sebagai orang titipan Nazaruddin yang menjabat bendahara umum DPP Partai Demokrat. Rita terkesan dipaksakan untuk masuk susunan pengurus DPD Demokrat Riau, padahal tidak memenuhi syarat yang ditetapkan AD/ART.
(cha/fay)










































