"Kalau rencananya tidak berubah, nanti diumumkan tanggal 8 Juli di Kemenkominfo," ungkap Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih saat ditemui usai pelantikan pejabat eselon 1 dan 2 di gedung Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Selasa (5/7//2011).
Pengumuman hasil penelitian tersebut akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi. Beberapa hal yang akan diungkap antara lain merek susu apa saja yang diteliti serta teknis pengambilan sampel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontroversi susu formula berbakteri mencuat sejak Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian tentang bakteriE.sakazakii pada tahun 2006 dan menemukan kontaminasi pada beberapa merek susu formula. Namun hingga kini, merek susu formula yang diteliti tidak pernah diungkap.
Para peneliti berdalih, penelitian yang dilakukan bukan merupakan surveilance sehingga tidak etis untuk membeberkan identitas sampel yang digunakan. Penelitian tersebut lebih ditujukan untuk menemukan kontaminasi, bukan mengungkap susu apa saja yang terkontaminasi.
Namun masyarakat terlanjur resah karena penelitian tersebut juga mengungkap bahwa E.sakazakii bisa memicu radang selaput otak atau meningitis yang mematikan. Sebagai konsumen yang resah, pengacara David Tobing memperkarakan hasil penelitian tersebut dan menang di pengadilan.
Untuk menjawab keresahan masyarakat itu, bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Menkes melakukan penelitian ulang terhadap seluruh merek susu berbakteri. Penelitian terbaru inilah yang akan diumumkan pada tanggal 8 Juli 2011 di Kemenkominfo, jika rencananya tidak berubah.
(up/ir)











































