Hotel Panghegar Bandung dipilih menjadi tempat Muktamar VII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak 4-6 Juli ini. Berstandar bintang lima, hotel mewah itu dilengkapi fasilitas canggih yang memang merupakan standar fasilitas di hotel mewah.
Kecanggihan yang tersedia rupanya banyak membuat muktamirin kebingungan. Contohnya berada di ruang toilet khusus pria. Bentuk fisik tempat buang air kecil ini sama seperti umumnya. Pria pun harus berdiri.
Di masing-masing bagian atas tempat pipis terdapat kotak yang ukuran panjangnya sejengkal tangan orang dewasa. Kotak 'ajaib' yang menempel pada tembok dan memiliki tombol berbentuk bulat ini posisinya berhadapan dengan tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jempolnya kembali menekan berulang kali tombol sembari membenarkan resleting celana ke posisi sempurna. Wajahnya terlihat kebingungan. Sementara pria yang usianya lebih tua yang berada di samping pria tadi, mengalami kejadian serupa.
"Kenapa airnya belum keluar. Habis kali ya," ujar pria bepeci hitam itu.
Muktamirin yang paham segera mengatasi persoalan. Detikcom menyimak suasana dialog di toilet sembari menunggu antrean.
"Pa Haji coba mundur deh," lontar pria yang berhasil menjinakan kotak 'ajaib' itu. "Tinggalin saja Pa Haji," tambahnya lagi.
Dua pria yang tadi kebingungan menuruti 'nasehit'. Tubuh keduanya menjauh. Beberapa detik kemudian, "Cuuurrrrr...," terdengar gelontoran air mengalir pada tempat pipis tersebut.
"Kotak itu berupa sensor. Kalau tubuh kita sudah mundur kira-kira berjarak setengah meter, airnya secara otomatis keluar," terang pria yang sepertinya sudah terbiasa dengan fasilitas hotel berbintang.
Di satu ruang toilet berukuran luas ini terpasang empat tempat cuci tangan, tiga kamar mandi, dan empat tempat buang air kecil. Kecanggihan masih terlihat di toilet, pipa tempat cuci tangan tidak memakai alat pemutar. Tangan cukup diarahkan ke lubang pipa, secara otomatis air segera mengalir.
Sejak digelarnya muktamar pada 3 Juli hingga 6 Juli di hotel tersebut, peristiwa kotak 'ajaib' masih terulang. Masih banyak muktamirin bermimik kebingungan. Bila tak mengerti, mereka bergegas ke luar toilet tanpa tahu sebenarnya air di tempat pipis itu bakal keluar.
(bbp/anw)











































