"Menggambarkan kita tidak berdaya. Masa info dimana Nazar kita nggak tahu. Sedangkan tiap hari berhubungan dengan pengacaranya," ujar Jimly.
Hal ini disampaikan Jimly kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap tahu, karena kalau tidak tahu, pemerintah atau KPK betl-betul tidak berdaya sebagai pemerintah, sebagai negara," tuturnya.
Ia berharap penegak hukum khususnya KPK menggunakan segala daya dan upayanya untuk menuntaskan masalah ini.
"Padahal kita kan punya dimana-mana ada alat penyadap. Masa KPK nggak bisa menyadap. Kan bisa diam-diam intijen kita bagaimana," tuturnya.
Jimly kemudian mengimbau Ketua Komisi III DPR dari FPD Benny K Harman untuk tidak memusuhi media. Benny diminta tidak menyalahkan media yang memuat BBM Nazaruddin.
"Janganlah ancam mengancam. Gak produktif nanti sekarang ini kalau media dimusuhi, malah jadi repot karena independen media sudah berkembang demikian jauh menjadi pilar demokrasi kita. Sehingga tidak produktif memusuhi media," katanya.
(van/anw)











































