"Masih fokus penyelidikan dan pengejaran pelaku dulu. Kalau soal anak itu kita serahkan kepada keluarga, karena itu terkait utang-piutang," kata Kapolsektro Jatinegara Kompol Dewoto kepada detikcom, Rabu (6/7/2011).
Vonie ditemukan tewas mengenaskan dengan luka gorokan di leher kanan, Selasa (5/7). Jasadnya terkapar di selokan Jl I Gusti Ngurah Rai, tak jauh dari Lapas Cipinang. Polisi menemukan satu buah mata cutter yang berlumuran darah. Polisi menduga cutter itu digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa Vonie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga tahunya Tante Erna ini rentenir. Pinjam Rp 100 ribu kembalinya Rp 200 ribu," kata rekan korban, Dewi, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/7)
Dewi menuturkan, semasa hidup korban memiliki utang sekitar Rp 8 juta kepada sang rentenir. Bocah tersebut, kata Dewi menjadi jaminan utang korban. Ayah korban tidak mampu melunasi utang anaknya. Sang ayah bekerja sebagai pengamen dari bus ke bus.
"Kalau bayinya mau diadopsi, orang yang mau bawa bayinya harus bayar Rp 8 juta ke yang sekarang dititipin," kata Dewi, kemarin.
(ahy/gah)










































