Soal Tanker Pertamina, KPK Panggil Mantan Dirut Pertamina

Soal Tanker Pertamina, KPK Panggil Mantan Dirut Pertamina

- detikNews
Kamis, 24 Jun 2004 10:19 WIB
Jakarta - Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) terus melakukan pengumpulan data mengenai kasus penjualan dua tanker VLCC Pertamina. Kamis (24/6/2004), KPK memanggil mantan Dirut Pertamina Baihaki Hakim. Sampai pukul 10.00 WIB, Baihaki Hakim tampak sudah berada di dalam suatu ruangan di kantor di KPK, Jl. Veteran, Jakarta Pusat. Hakim akan dimintai keterangan seputar tanker Pertamina yang kini dalam proses perakitan di Korsel oleh beberapa anggota KPK. Baihaki Hakim dimintai keterangan, karena dialah yang memelopori pembelian dua tanker Pertamina raksasa itu beberapa tahun lalu. Saat memelopori pembelian tanker ini, Baihaki Hakim pernah menyatakan, hal itu perlu dilakukan demi efisiensi Pertamina. Akhirnya, pembelian dua tanker ini disetujui oleh DPR dan Presiden Megawati."KPK ingin mengetahui alasan-alasan apa sehingga saat itu diputuskan membeli tanker seharga US$ 131 juta itu. Kita juga ingin tahu bagaimana prosedur pembelian itu, apa sudah sesuai atau belum," kata salah seorang sumber detikcom di KPK. KPK memeriksa kasus penjualan tanker ini karena ada dugaan berbau KKN. Seperti diketahui, dua tanker Pertamina yang dipesan Baihaki Hakim saat ini masih dalam perakitan di Korsel. Namun, di tengan proses perakitan itu, tiba-tiba Dirut Pertamina saat ini Ariffi Nawawi malah menjual dua tanker itu. Proses penjualan tanker ini dipermasalahkan, karena tidak pernah dibicarakan kepada DPR dan juga belum mendapat izin dari menkeu. Alasan Pertamina menjual dua tanker itu, karena cashflow Pertamina sedang kacau. Namun, dalam perkembangannya, ada hal-hal mencurigakan dalam proses penjualan itu yang diduga terjadi KKN. Sebelumnya, KPK juga telah memintai keterangan Ariffi Nawawi dan Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone beberapa hari lalu. Sampai sekarang, kasus ini masih diperdebatkan oleh banyak kalangan. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads