"Saya mengajak juga untuk menulis masa-masa yang dekat. 5 tahun yang lalu, lah. Saya imbau tulislah sejarah SBY-JK," kata Wacik saat berbicara di pembukaan Konferensi Sejarah Nasional IX dan Kongres Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) VIII.
Acara tersebut digelar di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011). Hadir Wakil Presiden Boediono yang didaulat untuk membuka acara yang akan berlangsung hingga tanggal 7 Juli ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keakraban keduanya harus juga diangkat," imbuh Wacik.
Ia melanjutkan, sejarawan harus menulis peristiwa yang terjadi di masa lampau secara arif. Jangan sampai cerita sejarah yang diungkap justru menciptakan permusuhan di antara masyarakat.
"Barangkali ada di masa lalu yang dikorbankan dalam lintasan sejarah tertentu, yang kalau itu diangkat akan menimbulkan dendam. Karena itu, pakailah kearifan dalam penulisan sejarah," pintanya.
Dalam kesempatan tersebut, politikus Partai Demokrat ini juga menyampaikan keperihatinan bahwa sekarang banyak sekolah menengah atas (SMA) yang tidak lagi memberikan pelajaran sejarah untuk murid-murid jurusan IPA. Wacik menilai kebijakan ini tidak tepat.
"Ini sesuatu yang keliru. Kalau dibiarkan, maka anak cucu kita tidak akan mengerti sejarah. Ke depan, mereka akan buta perjalanan bangsanya. Saya akan mengecek, apakah benar pola tidak memberikan pelajaran sejarah itu," ucapnya.
(irw/her)











































