Penggeledahan petugas di rumah tersebut tidak membuahkan hasil. Petugas kemudian mencari senjata api di rumah NS di kawasan Sawangan, Depok.
"Di situ (Sawangan) rumah istri pertamanya," ujar sumber kepolisian kepada detikcom, Selasa (5/7/2011).
Sumber menyebutkan kepada detikcom, berdasarkan keterangan NS kepada petugas, senjata api yang dicari petugas disimpan di rumah NS yang beralamat di Cipayung. Namun, petugas tidak menemukan apa-apa di situ.
"Istri pertamanya ini tahu 'mainan' suaminya. Kemungkinan (senpi) disimpan di rumah istri pertamanya," ujar sumber lagi.
Usai menggeledah rumah NS di Cipayung, petugas kemudian bergerak ke Sawangan, Depok. Namun, hingga berita ini dimuat, belum diketahui apakah petugas menemukan senjata tersebut atau tidak.
Sedikitnya 15 petugas dari Densus 88 Mabes Polri menggeledah rumah NS di Cipayung. Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 17.00 WIb hingga pukul 18.15 WIB.
Menurut Ketua RT 04, Jeje, NS sudah menempati rumah tersebut selama 1,5 tahun lamanya. NS tercatat sebagai warga pindahan dari Kampung Dawajaya RT 2/5, Kelurahan Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Tasikmalaya.
NS menghuni rumah tersebut bersama Β IS (40) dan tiga anaknya FM (laki-laki berusia 18 tahun), AL (15) perempuan, dan ZSM (laki-laki 9 tahun). Diketahui, IS merupakan istri kedua dari NS.
"Orangnya baik, cuma tidak pernah bersosialisasi dengan warga," kata Jeje.
Menurut data Ketua RT, NS bekerja sebagai pedagang. Sementara istrinya membuka usaha jasa jahit di rumah tersebut.
"Kita nggak tahu dia dagang apa. Dia keluar paling kalau shalat saja," tutup Jeje.
(mei/fjp)











































