Berjam-jam rapat paripurna muktamar digelar. Rasa jenuh hinggap di benak muktamirin. Ruang muktamar yang terpasang AC dan dipenuhi seribuan muktamirin, rupanya jadi penghalang melampiaskan kejenuhan.
Dua pria tadi lantas duduk di lantai sembari menyender tembok. Sekelibat, tangan mereka merogoh sebungkus rokok di saku celana. Rona wajahnya girang. Detikcom bersama beberapa wartawan yang berada dekat dengan mereka, menyimak gerak-gerik tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ucapan pria yang mengaku dari pengurus DPC PPP di wilayah Sumatera itu dibalas senyum lebar.
"Apaan 'Majsuro' itu?" tanya kawannya. Pria berusia sekitar 45 tahun itu tidak buru-buru menjawab. "Hehehe...," tawanya ringan sebelum membeberkan jawaban.
"Majsuro itu Artinya Majelis Suka Ngeroko," candanya.
Awalnya beberapa orang yang mendengar itu mungkin menyangka Majsuro itu kependekan dari Majelis Syuro. Sejak digelarnya Muktamr VII PPP di Hotel Panghegar pada 4 Juli lalu, suasana ruang santai yang tidak jauh dari ruang muktamar dipenuhi perokok.
Peserta muktamar, panitia, dan wartawan berbaur menghisap berbatang-batang tembakau. Meski dinginya terpaan AC, ruang santai itu tidak terpasang atau imbauan pesan larangan merokok.
Habis sebatang rokok, dua pria berjas hijau yang tersemat emblem PPP langsung kembali menuju ruang muktamar. Kegiatan Muktamar VII PPP ini berlangsung 3-7 Juli 2011.
(bbp/her)











































