"Rencananya saya mau tutup toko untuk menghormati kematian Pak Kiai. Tapi karena banyak orang yang takziyah (melayat) dan mereka mau beli minuman, jadi yang paling laku minuman. Kasihan sama mereka, ya jadi tidak tutup," kata Bu Jaya, di lokasi, Jl Gandaria, Jakarta, Selasa (5/7/2011).
Warung milik Jaya juga dekat dengan lokasi pemakaman Zainuddin, yaitu persis di depan Masjid Jami Fajrul Islam. Minuman yang paling laku, lanjut Jaya, antara lain teh botol, es krim dan air mineral kemasan. Rokok juga banyak dibeli para pelayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya minuman, pedagang gerobak bubur ayam juga laris. "Saya jualan sejak pukul 13.30 WIB dan sekarang (pukul 17.00 WIB) sudah habis," kata pedagang yang bernama Wajar itu sambil tersenyum.
Wajar mengaku baru pertama kali mangkal di lokasi rumah Zainuddin. Ia datang hanya bermaksud melihat pemakaman kiai itu tapi malah diserbu para pembeli.
Selain Wajar, ada enam pedagang gerobak lainnya. Namun hanya gerobak bubur ayam milik Wajar yang kebanjiran pembeli.
(feb/vit)











































