Eks Kapolri: Cari Nazaruddin, Polri Harus Punya Banyak Teman di LN

Eks Kapolri: Cari Nazaruddin, Polri Harus Punya Banyak Teman di LN

- detikNews
Selasa, 05 Jul 2011 16:25 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Kapolri untuk menangkap tersangka kasus suap Wisma Atlet di Kemenpora, M Nazaruddin, yang kabur ke Singapura. Polri harus memiliki banyak relasi di luar negeri untuk membawa pulang Nazaruddin.

"Ini kan agak susah sebenarnya. Kalau dulu cara saya adalah, saya punya kawan-kawan yang ada di Kepolisian Luar Negeri dan saya selalu menggunakan mereka untuk mendapatkan info dan meminta bantuan tentang orang yang sedang kita cari," ujar mantan Kapolri di era Gus Dur Jenderal Pol (Purn) Chairuddin Ismail.

Hal itu disampaikan Chairuddin usai diskusi publik bertajuk 'Polisi, Politik dan Profesionalisme' di Hotel Ambhara, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011).

"Cuma kalau yang sekarang saya nggak tahu. Apakah mereka punya teman di luar atau tidak, kemungkinan mereka punya teman di luar, tapi tidak mau ngasih info. Bisa juga mereka nggak punya teman sama sekali ini di luar, jadi susah," imbuhnya.

Selain relasi, perjanjian ekstradisi dan kebijakan menangani kejahatan di masing-masing negara juga berpengaruh, apalagi yang menyangkut kepentingan nasional di suatu negara. Chairuddin mencontohkan, kasus Hendra Raharja yang bisa diekstradisi dari Australia.

"Nah akhirnya saya bisa tahu bahwa ekstradisi yang berlaku di negara-negara yang berbahasa Inggris seperti Australia atau mungkin Singapura, itu sistem ekstradisinya harus lebih dulu ditentukan oleh pengadilan, apakah bisa dilakukan ekstradisi atau tidak," tuturnya.

"Tidak seperti di Indonesia yang secara administrasi saja bisa melakukan ekstradisi. Selain itu setiap negara juga punya kebijakan masing-masing soal kejahatan. Apalagi bila itu menyangkut kepentingan nasional mereka," jelas dia.

(nwk/asy)


Berita Terkait