"Koordinasi akan bentuk tim terpadu bersama Pemprov yang akan menindaklanjuti setiap kali ada informasi dari masyarakat. Tapi walaupun tidak ada informasi dari masyarakat pun kita tetap melakukan pemantauan terhadap tempat operasional-operasional hiburan supaya tidak terjadi suatu pelanggaran," ujar Direktur Intelkam Polda Metro Jaya, Kombes Irlan, dalam jumpa pers di Hotel Batavia, Jakarta Barat, Selasa (5/7/2011)
Namun, Irlan juga mengimbau adanya kerja sama dari pihak pengelola untuk menciptakan suasana yang kondusif tersebut. Jika pengelola patuh, tentunya kecil kemungkinan warga merasa terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan dengan adanya tim ini tidak ada kesempatan dan celah-celah untuk mereka (pengelola) melakukan operasional yang melanggar pada aturan," tambahnya.
Berapa banyak petugas yang akan dikerahkan tim ini, Irlan belum bisa memastikan. Yang jelas tim ini nantinya cukup untuk mengcover situasi keamanan di Jakarta.
"Tahun lalu dari polisi ada 10 orang yang dilibatkan untuk mengcover semua wilayah Jakarta selama bulan puasa . Dan ada juga dari polisi daerah seperti polres-polres kan punya tim sendiri," imbuhnya.
Dalam tim ini nantinya tidak akan menyertakan pihak lain selain Pemprov dan Polda. Menurutnya, kekuatan Polda masih cukup untuk mengamankan warga Jakarta.
"Saya rasร tidak perlu (ada kelompok lain), dalam pelaksanaan kita juga mampu melakukan, tidak perlu melibatkan yang ada di luar instansi yang berwenang," ungkapnya.
Meskipun tidak akan menggandeng kelompok tertentu, Polda tetap akan berkoordinasi untuk mengundang ormas.
"Nanti (akan diundang) karena kita sedang persiapkan pergantian kapolda setelah kapolda yang baru akan kita undang. Yang akan bahas, kita ajak mereka untuk kooperatif selama bulan Ramadhan, tidak ada tindakan yang mereka lakukan di luar kewenangan mereka, tapi kalau menginformasikan boleh," tandasnya.
(lia/ape)











































