Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengatakan, pencapaian Singapura dalam penyediaan air bersih saat ini lantaran adanya keinginan politik sejak awal untuk menempatkan air sebagai kebutuhan strategis.ย
"Saat ini hampir di semua wilayah Singapura adalah wilayah tangkapan air," ujar Lee dalam Dialog Air di Singapore International Water Week, Suntec Singapore International and Exhibition Center, Selasa (5/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyatakan, teknologi bukanlah satu-satunya faktor bagi keberhasilan penyediaan air besih. Tak kalah penting, dia juga menekankan perubahan cara berpikir masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungannya.
"Jadi bukan semata-mata faktor teknis, kita harus mengedukasi masyarakat agar sadar akan kebersihan lingkungannya yang merupakan daerah tangkapan air," ujarnya.
Lee menjelaskan, kecukupan air sejak lama telah menjadi kebutuhan strategis Singapura karena keterbatasan luas wilayah Negeri Singa tersebut. Luas wilayah Singapura hanya sekitar 580 kilometer persegi โlebih kecil dari Jakarta.ย
"Tidak ada solusi magis bagi Singapura dalam perluasan suplai airnya," kata Lee.
Saat ini, Singapura tercatat sudah memanfaatkan 17 reservoir dan hampir 30 sungai sebagai sumber pengelolaan air besih. Air keran di Singapura juga bisa langsung diminum tanpa harus dimasak lebih dulu.
(lrn/vit)










































