Bertemu Pelajar, Wapres Beri Cindera Mata Buku Bung Hatta

Bertemu Pelajar, Wapres Beri Cindera Mata Buku Bung Hatta

- detikNews
Selasa, 05 Jul 2011 13:00 WIB
Jakarta - Bertatap muka dengan para pelajar adalah saat-saat yang paling membahagiakan bagi Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Sebuah cindera mata diberikan Wapres ketika bertemu dengan pelajar dari 25 provinsi di Istana Wapres. Cindera mata tersebut berupa buku tentang Bung Hatta.

Buku yang berjudul 'Mohammad Hatta: Untuk Negeriku, Sebuah Otobiografi' itu dibagikan kepada sekitar 200 siswa-siswi anggota Forum Pelajar Indonesia 2011. Mereka tampak senang mendapat kenang-kenangan buku berbalut pita merah putih tersebut.

"Nanti saya akan memberikan tanda mata. Tidak terlalu mahal, sebuah buku. Bukan buku saya, bukan mengenai saya, tapi buku mengenai wakil presiden yang pertama di Indonesia," kata Wapres saat menyambut para pelajar tersebut di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, buku Bung Hatta sangat pas diberikan sebagai kenang-kenangan karena para pelajar yang rata-rata duduk di bangku SMA itu sedang berkunjung ke Istana Wapres. Di samping itu, Bung Hatta adalah proklamator, pejuang, dan sosok yang pantas untuk diteladani.

"Bung Hatta adalah proklamator, pendiri bangsa, pejuang bangsa, dan kita tahu beliau ini adalah orang yang bisa ditiru dari berbagai segi," ucap Boediono, yang memang mengidolakan sosok Bung Hatta sejak kuliah di UGM tahun 1960-an ini.

Namun, maksud sesungguhnya dari pemberian buku Bung Hatta itu adalah supaya para pelajar menyiapkan diri menjadi pemimpin. Menurut Boediono, mau tidak mau, generasi muda sekarang ini akan mendapatkan estafet kepemimpinan di masa mendatang.

"Anak-anakku ini adalah calon dari pemimpin bangsa ini, itu nggak bisa dihindari. Setiap generasi memberikan estafet pada generasi berikutnya. Dan yang diberi harus memberikan estafet lebih baik dari yang pada waktu ia menerimanya," ujarnya.

Boediono menjelaskan, seorang calon pemimpin tidak cukup hanya mempunyai keterampilan dan nilai akademis yang bagus. Ia haruslah mempunyai niat dari hati untuk menjadi pemimpin. Setelah itu, calon pemimpin harus mengembangkan sifat dan karakter kepemimpinannya.

Nah, menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM ini, pembentukan sifat dan karakter kepemimpinan itu bisa dilakukan dengan membaca dan mempelajari riwayat hidup pemimpin Indonesia dan dunia, termasuk Bung Hatta. Dengan cara itu, para pelajar akan mendapatkan banyak inspirasi.

"Apa sih yang menjadi ciri seorang pemimpin? Baca riwayat hidup mereka. Itu akan jadi inspirasi. Kepemimpinan tidak bisa dihafalkan, tapi didapat dari inspirasi dan dipraktekkan," tandas Boediono.

(nal/nal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads